Pekanbaru, 8 April 2026 Kepala Layanan Lembaga Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau-Kepri Dr. H. Nofriadi, M.Kes. Rabu 7 April 2026 membuka secara resmi (online) Seminar Nasional di kampus Sekoalh Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau Pekanbaru, dan dilanjutkan pembukaannya secara offline oleh Ketua STIFAR Riau, Dr. apt. Enda Mora, M.Farm.
Ketua Pembina Yayasan Univ Riau diwakili oleh Prof. Dr. Mashadi, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa keberhasilan sebuah Perguruan Tinggi itu tidak hanya dari senioritas tenaga akademisnya tetapi juga dilihat dari segi hasil penelitian-penelitiannya dan hasil penelitain tersebut dipublis, sehingga bermanfaat bagi masyarakat, katanya
Sementara itu Ketua STIFAR Riau, Dr. apt. Enda Mora, M.Farm dalam sambutannya mengharapkan kepada seluruh peserta Seminar Nasional yang bertemakan “Pengembangan Alam untuk Pengobatan Modern dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan Global” ini dapat mengikuti dengan serius dan fokus. Hal ini dimaksudkan agar-agar manfaat ilmu yang didapat nantinya bisa maksimal dan berdayaguna baik untuk pribadi peserta maupun bagi institusi tambahnya.
Menurut Dr. apt. Enda Mora, M.Farm para keynote speaker dalam seminar yang berlangsung 2 hari antara lain Prof. Dr. apt. El Fahmi dari Guru Besar ITB dan Associate Profesor Dr. Nurhuda Manshour dari UITM Malaysia yang menjelaskan bahwa dibutuhkan penelitian yang berlanjutan dibidang bahan alam untuk pengembangan obat-obatan alam lainnya guna penemuan obat baru. “Penelitian Obat Bahan Alam dimulai dari yang sederhana sampai ketingkat yang lebih komplek dan tidak ada istilah molekul yang diperoleh berhenti dipublikasi saja tetapi harus dikembangkan terus dengan berbagai aktivitas, sehingga bisa kita ketahui apa sesungguhnya khasiat obat yang dikandung daru suatu tanaman. Selanjutnya kita harus lakukan standarisasi bahan obat alam dan uji aktivitas praklinik, sesuai metode yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan sehingga hasil-hasil penelitian Perguruan Tinggi bisa bermanfaat atau berdampak kepada masyarakat. Tentunya bisa dikembangkan dengan Kerjasama Institusi baiak antar Perguruan Tinggi maupun dengan pihak Industri, tambah Enda.Sementara itu,Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional Dr.apt.Adriani Susanty,M.Farm dalam laporannya mengatakan bahwa Seminar Nasional ini diikuti oleh 10 PTN dan PTS dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan, karena hasilnya sangat bermanfaat bagi perguruan khususnya yang memiliki program Studi kefarmasian" tambah Ade panggilan skrabnya.
(JAS/jhon.Dmi)
Post a Comment