Selamat Datang Di Mediaanalisa.com, Kami merilis berita Dengan motto Analisa Fakta Pena Sebenarnya, Untuk Berlangganan Iklan silahkan Ke No 0812-7600-6813 ( Jon A ) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau Wisuda 255 Orang

Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau Wisuda 255 Orang

Pekanbaru, 20 Oktober 2026. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau wisuda 255 orang di Grand Ballroom Hotel Pangeran Kota Pekanbaru Riau pada 20 Oktober 2026.

Wakil Ketua Bidang Akademis Dr. apt. Wira Noviana Suhery, M.Farm dalam laporannya, mengatakan bahwa dari 255 orang yang diwisuda tersebut. Berdasarkan Surat Keputusan Ketua STIFAR Riau Nomor :1860.17.STIFAR.IX.2026. katanya.

Ketua STIFAR Riau, Dr. apt. Enda Mora, M. Farm menyampaikan rasa syukur karena dapat melaksanakan wisuda S2 Farmasi ke 3, Program studi S1 Farmasi STIFAR ke 31 dan Program Studi D-III Farmasi ke 32. Pada wisuda kali ini, sebanyak 8 orang magister farmasi, 169 orang sarjana farmasi, dan 78 orang ahli madya farmasi akan dilantik. Total peserta wisuda pada juni 2026 ini Adalah 255 orang, dengan demikian sampai saat ini STIFAR telah menghasilkan lulusan sebanyak 4270 orang, atas nama pimpinan beserta segenap dosen dan karyawan STIFAR, saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan/ wisudawati, semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri, keluarga dan Masyarakat. Kepada seluruh orang tua dan wali wisudawan/ti, kami ucapkan terimakasih atas dukungan dan Kerjasama yang baik, yang diberikan selama ini.

Untuk meningkatkan peran STIFAR Riau dalam Pembangunan bangsa, khususnya dibidang kesehatanSTIFAR terus berupaya mengembangkan institusi dan memperbaiki mutu Pendidikan. Peningkatan mutu Pendidikan dilaksanakan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia baik Dosen dan Karyawan, pemenuhan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang Pendidikan. Saat ini, baik prodi maupun institusi telah terakreditasi dengan nilai B oleh LAMPETEKES dan BAN-PT. Alumni STIFAR juga telah menyebar secara nasional, baik yang bekerja pada instansi pemerintah maupun swasta.

Sekarang ini STIFAR telah membuka program studi profesi apoteker (PSPA) dengan penerimaan mahasiswa 120 orang setiap semester dan program studi magister farmasi (S2 Farmasi), dengan demikian lulusan S1 Farmasi STIFAR dapat melanjutkan Program Profesi apoteker dan S2 Farmasi di kampus sendiri. STIFAR Riau juga akan mengembangkan Sekolah Tinggi ini untuk menjadi Institut kedepannya.

Kepada wisudawan/ti dan seluruh alumni saya berpesan kiranya dapat terus meningkatkan profesionalisme dan ilmu pengetahuan. Berbuatlah yang terbaik ditempat saudara/i bekerja, peliharalah komunikasi, sikap sopan dan santun, serta jagalah nama baik almamater. Semoga Allah selalu memberikan Kesehatan dan petunjuk kepada kita semua.

Akhirnya, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pengurus Yayasan Univ Riau atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan untuk kemajuan STIFAR. Apresiasi diberikan pula kepada semua pihak yang telah banyak membantu baik moril maupun material untuk pengembangan STIFAR. Kepada panitia, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya yang telah menyiapkan acara ini dengan baik. Semoga Allah Subhanallu Wata’ala meridhoi kerja keras kita semua, Amin Ya Rabbal’Alamin.

 

Sementara itu, Ketua Yayasan Univ Riau yang diwakili oleh Sekretaris Yayasan, dalam sambutannya atas nama Yayasan Univ Riau, kami menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas terselenggaranya Wisuda Magister Farmasi Ke-III, Sarjana Farmasi Ke-XXXI, dan Diploma Tiga Farmasi Ke-XXXII STIFAR Riau.

Hari ini merupakan momentum yang sangat membahagiakan, tidak hanya bagi para wisudawan dan keluarga, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar STIFAR Riau dan Yayasan Universitas Riau.

Prosesi wisuda yang kita saksikan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial akademik, melainkan wujud nyata dari proses pendidikan, pembinaan, kerja keras, dan kerja sama berbagai pihak dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terdidik dan siap memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Oleh karena itu, atas nama Yayasan Univ Riau, kami menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh 256 wisudawan dan wisudawati yang pada hari ini telah berhasil menyelesaikan pendidikan pada jenjang masing-masing.

Kami turut berbangga atas keberhasilan yang Saudara raih. Dibalik toga dan gelar akademik yang diperoleh hari ini, terdapat perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Ada waktu, tenaga, pikiran, dan pengorbanan yang telah diberikan. Ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, serta semangat dan ketekunan yang terus dijaga hingga akhirnya Saudara sampai pada hari yang membahagiakan ini.

Namun, kami ingin mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Gelar akademik yang Saudara peroleh bukan hanya menjadi simbol keberhasilan pribadi, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral untuk mengamalkan ilmu, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai badan penyelenggara STIFAR Riau, Yayasan Univ Riau memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas. Kami menyadari bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan kebutuhan masyarakat, tuntutan dunia kerja, serta meningkatnya standar mutu pendidikan mengharuskan perguruan tinggi untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan.

Dalam konteks tersebut, yayasan memandang bahwa peningkatan mutu pendidikan harus menjadi komitmen bersama yang dilaksanakan secara terencana, konsisten, dan berkelanjutan.

STIFAR Riau harus terus tumbuh menjadi institusi pendidikan tinggi farmasi yang tidak hanya mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik yang baik, tetapi juga memiliki karakter, etika, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.Kami juga memandang bahwa budaya mutu harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh aktivitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Mutu tidak cukup hanya ditunjukkan melalui dokumen, laporan, atau hasil akreditasi. Mutu harus tercermin dalam proses pembelajaran, pelayanan kepada mahasiswa, pelaksanaan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kompetensi dan integritas lulusan.

Oleh karena itu, Yayasan Univ Riau berkomitmen untuk terus memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yayasan, sekaligus mendorong pimpinan dan seluruh sivitas akademika STIFAR Riau untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola, dan mengembangkan budaya mutu secara berkelanjutan.,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, kerja keras, serta pengabdian yang telah diberikan dalam menyelenggarakan pendidikan dan membimbing para mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studinya.

Keberhasilan para wisudawan hari ini juga merupakan keberhasilan institusi dalam menjalankan tanggung jawab pendidikannya. Namun, keberhasilan ini hendaknya tidak membuat kita berpuas diri.

Justru momentum wisuda ini perlu menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan akan terus berlanjut.

Kami berharap seluruh jajaran pimpinan dan sivitas akademika STIFAR Riau senantiasa menjaga semangat kebersamaan, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah pendidikan.

Teruslah mengembangkan inovasi pembelajaran, meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, memperkuat kerja sama dengan dunia profesi dan pelayanan kesehatan, serta memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Yayasan dan STIFAR Riau harus terus berjalan bersama, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun institusi pendidikan tinggi farmasi yang bermutu, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Saudara telah menempuh pendidikan dalam bidang ilmu yang memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan manusia, yaitu ilmu farmasi.

Ilmu farmasi bukan hanya berkaitan dengan pengembangan, produksi, distribusi, dan penggunaan obat, tetapi juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendukung keselamatan pasien, keberhasilan terapi, dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Saat ini, dunia kefarmasian terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan bioteknologi, kecerdasan buatan, teknologi digital kesehatan, farmasi klinis, serta pelayanan kefarmasian berbasis bukti membuka berbagai peluang baru, sekaligus menuntut kemampuan dan kompetensi yang semakin tinggi.

Oleh karena itu, ilmu yang Saudara peroleh selama menjalani pendidikan hendaknya tidak dipandang sebagai bekal yang sudah selesai, tetapi sebagai fondasi untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Bagi lulusan Magister Farmasi, kami berharap Saudara mampu mengembangkan kapasitas keilmuan, menghasilkan penelitian dan inovasi yang bermanfaat, serta menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas ilmu pengetahuan dan praktik kefarmasian.

Bagi lulusan Sarjana Farmasi, kami berharap Saudara terus meningkatkan kompetensi, baik melalui pendidikan profesi, pendidikan lanjutan, maupun pengembangan kemampuan dalam berbagai bidang kefarmasian.

Bagi lulusan Diploma Tiga Farmasi, kami berharap Saudara mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara teliti, disiplin, profesional, serta bertanggung jawab sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Apa pun bidang yang nantinya Saudara tekuni, baik di fasilitas pelayanan kesehatan, industri farmasi, distribusi obat, lembaga pemerintahan, pendidikan, penelitian, maupun dunia usaha, kami berharap Saudara senantiasa membawa nilai-nilai positif yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di STIFAR Riau. Jadilah lulusan yang mampu bekerja dengan baik, menjunjung tinggi etika, serta senantiasa mengutamakan keselamatan dan kepentingan masyarakat.

Kami ingin menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Pertama, teruslah belajar dan meningkatkan kompetensi. Jangan pernah merasa bahwa gelar akademik merupakan akhir dari proses pembelajaran. Perkembangan ilmu pengetahuan menuntut kita untuk senantiasa memperbarui pengetahuan dan keterampilan.

Kedua, jagalah integritas dan nama baik almamater. Kepercayaan merupakan modal yang sangat berharga dalam kehidupan profesional. Jadilah pribadi yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

Ketiga, jadikan ilmu sebagai sarana pengabdian. Keberhasilan sejati bukan semata-mata diukur dari jabatan, penghasilan, atau penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu kita berikan kepada orang lain. Saudara boleh memiliki cita-cita setinggi mungkin, tetapi jangan pernah melupakan nilai-nilai kemanusiaan, kerendahan hati, dan tanggung jawab sosial.

Kami berharap lulusan STIFAR Riau tidak hanya menjadi pencari peluang, tetapi juga mampu menciptakan peluang, menghadirkan inovasi, dan menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.

Pada kesempatan yang istimewa ini, atas nama Yayasan Univ Riau, kami juga menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua dan keluarga wisudawan. Kami memahami bahwa keberhasilan yang dirayakan pada hari ini bukanlah hasil perjuangan para wisudawan semata.

Di balik setiap keberhasilan tersebut, terdapat doa yang tidak pernah putus, pengorbanan yang mungkin tidak pernah diceritakan, serta dukungan dan kasih sayang keluarga yang senantiasa menyertai. Putra dan putri Bapak dan Ibu telah berhasil menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan hidup mereka. Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada STIFAR Riau sebagai tempat putra dan putri Bapak dan Ibu menempuh pendidikan, tambahnya.

Kepercayaan tersebut merupakan amanah yang sangat berarti bagi kami, dan sekaligus menjadi dorongan bagi yayasan serta institusi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Kepada para wisudawan dan wisudawati, kami berpesan agar senantiasa mengingat dan menghargai perjuangan orang tua dan keluarga.

Setinggi apa pun pendidikan yang Saudara raih, sejauh apapun perjalanan karier yang Saudara tempuh, dan sebesar apa pun keberhasilan yang kelak Saudara peroleh, jangan pernah melupakan doa, pengorbanan, dan kasih sayang orang tua. Jadikanlah keberhasilan hari ini sebagai awal untuk membahagiakan keluarga, membanggakan almamater, serta memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Atas nama Yayasan Univ Riau, kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada LLDikti Wilayah XVII, Kolegium Farmasi Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, instansi pemerintah, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pekanbaru, fasilitas pelayanan kesehatan, para preseptor, serta seluruh mitra yang selama ini telah memberikan dukungan dan menjalin kerja sama dengan STIFAR Riau.

Kami menyadari bahwa perguruan tinggi tidak dapat berkembang secara optimal apabila berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama dan sinergi yang kuat antara yayasan, pengelola perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dunia kerja, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kami berharap hubungan baik dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipelihara dan ditingkatkan, terutama dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, pengembangan kompetensi lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kefarmasian yang berkualitas, tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, yang diwakili oleh Ns. Zaibah S.Kep, M.M menyapaiakan bahwa pendidikan kefarmasian dimungkinkan memliki akses yang cukup luas untuk berhubungan secara langsung dengan Masyarakat. Kemudahan akses itu diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin untuk memberikan perlindungan kepada Masyarakat, terutama dalam penggunaan obat-obatan.

Saat ini penyalahgunaan NAPZA atau narkoba semakin marak. Terdapat banyak factor yang menyebabkan terjadinya hal itu, diantaranya masih adanya factor ketidaktahuan Masyarakat terhadap bahaya penggunaan obat-obatan terlarang tersebut.

Karena itu tenaga farmasi harus dapat ikut mengambil peran dalam Upaya mengurangi ketidaktahuan Masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan obat, dengan cara memberikan informasi yang tepat kepada Masyarakat. Semua obat pada dasarnya racun. Artinya dalam jumlah yang tepat dapat menyembuhkan, tetapi jika kelebihan dapat mengakibatkan kematian.
Oleh karena itu, tenaga kefarmasian dituntut bekerja dengan ekstra teliti dan hati-hati. Jika ada sesuatu yang kurang jelas dan meragukan harus ditanyakan. Untuk itu, selain bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan, tenaga kefarmasian harus memohon petunjuk dan perlindungan kepada Allah SWT.

Selain itu, obat pada hakekatnya sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Terkadang ada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab disalahgunakan, seperti narkotika dan obat psikotropika. Sehubungan dengan hal itu, pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan mengeluarkan peraturan yang cukup ketat untuk mengatur jenis obat itu.

Karena itu tenaga Kefarmasian harus kuat iman. Disinilah letak pentingnya Pendidikan mental yang selalu ditekankan di kampus, karena bukan tidak mungkin di apotik, tempat kita bekerja, dibanjiri dengan resep Valium, dumolith, Mogadon, somnil, lexotan, dll.

Dalam hal ini tenaga Kefarmasian harus waspada akan keaslian resepnya. Resep yang aslipun harus dibatasi pelayanannya. Pendidikan Sarjana Kefarmasian bukan merupakan Pendidikan Vokasi, maka sehubungan dengan hal tersebut saudara untuk masuk ke dunia bekerja dianjurkan untuk melanjutkan Pendidikan ke Profesi Apoteker.

Pendidikan Profesi Ahli Madya Farmasi dalam bekerja seorang Tenaga Teknis Kefarmasian harus mempunyai Surat Ijin Kerja (SIK). Untuk mendapatkan Surat Ijin Kerja, harus terlebih dahulu mempunyai Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) dan Surat Sumpah Tenaga Teknis Kefarmasian, hal ini berdasarkan Undang-undang 17 Tahun 2026 tentang Kesehatan, bagian keenam tentang Registrasi dan Perizinan (Pasal 260 sampai dengan Pasal 266).

Apabila penanganan obat baik di lingkungan Rumah Sakit maupun Puskesmas dilaksanakan oleh Tenaga Kefarmasian, kita bisa bayangkan berapa banyak dibutuhkan tenaga kefarmasian dilingkup pelayanan Kesehatan.
Disamping peluang-peluang yang ada di atas tadi, dalam kehidupan keseharian kita hampir tidak lepas dari dunia kefarmasian. Mulai dari makanan, alat Kesehatan, sampai kosmetik. Yang semua produk-produk tersebut proses produksi dan pengawasannya dilakukan oleh tenaga farmasi.

Mayoritas Masyarakat kita kurang begitu faham dunia kefarmasian. Anggapan Masyarakat kita Adalah bidang farmasi Adalah obat-obatan demikian pula sebaliknya. Sedangkan peluang lainnya seperti makanan dan minuman, alat Kesehatan, kosmetik, obat tradisional (jamu) dan lain-lain Adalah bagian dari pekerjaan kefarmasian mulai dari awal proses produksi, kualitas kontrol, sampai peredaran di masyarakat (konsumen).

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Provinsi Riau dan Kepualuan Riau menjelaskan Lembaga pemerintah bertugas melakukan fasilitas peningkatan mutu pendidikan tinggi di wilayh Riau dan Kepulauan Riau. LLDIKTI terus berbenah dan melangkahg maju secara masif demi mewujudkan Perguruan Tinggi yang berdaya saing global.

Pada kesempatan ini Dr. Nopriadi, juga menjelaskan beberapa pencapaian strategis LLDIKTI Wilayah XVII

1. Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Guru Besar (Professor): jumlah guru besar dilingkungan LLDIKTI Wilayah XVII mengalami kenaikan yang sangat signifikan 48%.
2. Peningkatan Jabatan Fungsional Lektoe Kepala: kenaikan dosen berpangkat lector kepala (LK) melonjak drastisd sebesar 146,3 %.
3. Lonjakan akreditasi unggul: komitmen menjaga mutu tata kelola pendidikan tinggi dengan pencapain akreditasi prodi berprdiket unggul yang mengalami kenaikan yang luar biasa sebesar 300%.
4. Lonjakan akreditasi prodi unggul: komitmen juga dari tata kelola pendidikan tinggi dengan pencapain akreditasi prodi berpredikat unggul yang mengalami kenaikan luar bioasa sebesar 550% dalam periode peningkatan mutu berkelanjutan.
5. Jumlah mahasiswa kita terus naik dari 144 ribu menjadi 162 ribu mahasiswa yang kuliah di PTS Riau dan Kepri.
Capaian-capaian ini mencerinkan komitmen kuat bahwa perguruan inggi di Riau dan Kepri siap menjadi pusat keunggulan (Center of Excellence) Pendidikan Tinggi di Indonesia, tambahnya.

Hari ini, tali toga saudara telah dipindahkan dan ijazah resmi diserahkan., ijazah tersebut adalah symbol perjuangan, ketekuanan, dan kerja keras saudara selama menempuh pendidikan di STIFAR. Namun, ingatlah, wisuda ini adalah awal pengabdian saudara dengan tantangan nyat ditengah masyarakat, tambah Nopri.

Tantangan di bidang farmasi dan Kesehatan saat ini sangat dinamis. Perkembangan bioteknolgi, kefarmasian digital dan tuntunan ketahanan obat nasional memerlukan hal-hal utama dari saudara:

1. Integritas dan etika profesi: sebagai tenaga farmasi, kejujuran adalah harga mati keselamatan dan kesehatan pasien berada ditangan kompetensi serta kejujuran profesinalisme saudara.
2. Semangat pembelajar sepanjang hayat (lifelong learning): dunia kefarmasian terus berkembang. Teruslah mengasah diri, menambah wawasan, dan memperbarui keahlian saudara.
3. Karakter dan keahlian sosial (soft skills): keberhasilan didunia kerja tidak hanya ditentukan oleh indeks prestasi (GPA), tetapi juga oleh kemampuanberadaptasi, berkolaborasi, berkomunikasi dan empati sosial.
4. Terus belajar dan beradaptasi: lulus kuliah ini diibaratkan seperti mengayuh sepeda; harus terus bergerak dan belajar agar tidak jatuh atau tertinggal oleh perkembangan zaman. Dunia medis dan sains Kesehatan berkembang.

Redaksi 



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama